Kongsi Media Luncurkan Portal Bisnis Kengpo.com, Dukung Publikasi Sosial dan Promosi Usaha Komunitas

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 12 Oktober 2024 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Portal berita ekonomi dan bisnis Kengpo.com memberikam dukungan publikasi kegiatan sosial Komunitas Tionghoa. (Dok. Pusatsiaranpers.com)

Portal berita ekonomi dan bisnis Kengpo.com memberikam dukungan publikasi kegiatan sosial Komunitas Tionghoa. (Dok. Pusatsiaranpers.com)

KENGPO.COM – Kelompok usaha penerbitan media  Kongsi Media Network (KMN) meluncurkan lagi sebuah portal berita ekonomi dan bisnis Kengpo.com.

Tujuannya adalah memperkuat dukungan melalui  publikasi berbagai kegiatan sosial yang dilakukan oleh komunitas Tionghoa.

Selain itu juga memberikan ruangan yang tepat bagi kalangan pengusaha Tionghoa untuk melakukan publikasi dan promosi korporasi atau kegiatan usahanya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pendiri Kongsi Media Network (KMN) Budi Purnomo Karjodihardjo mengatakan, Kengpo.com berusaha menyajikan pemberitaan seputar komunitas Tionghoa.

“Dengan terbitnya Kengpo.com maka kelompok media KMN menjadi 3 media dengan Kongsinews.com dan Harianindonesia.com,” kata Budi.

Media-media tersebut juga akan menampilkan update perkembangan ekonomi dan bisnis di negara Indonesia dan Tiongkok.

Selain itu pemberitaan seputar dan politik dan nasional yang menjadi perbincangan publik tentu akan ditampilkan juga oleh redaksi Kengpo.com

Nama Keng Po Punya Sejarah Panjang dalam Sejarah Pers Tionghoa di Indonesia

Nama Keng Po sudah lama terdengar, sebagai surat kabar Indonesia yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1923.

Keng Po berperan penting dalam sejarah pers Indonesia pada masa setelah kemerdekaan.

Keng Po dibangun oleh Hauw Tek Kong setelah perbedaan pendapat dengan Tjoe Bou San, pemimpin harian Sin Po.

Harian ini mengalami perkembangan yang pesat di bawah kepemimpinan Khoe Woen Sioe dan Injo Beng Goat.

Pada 1 Agustus 1957, Harian Keng Po dilarang terbit oleh pemerintah Indonesia saat itu.

Keng Po juga sering memunculkan berita-berita politik di seputar gerakan-gerakan yang kian gencar melakukan gebrakan.

Keng Po aktif di dalamnya sebagai koran yang mendukung munculnya revolusi untuk menciptakan tatanan baru dalam kehidupan di Hindia Belanda.

Keng Po Anjurkan Kaum Peranakan Tionghoa untuk Pilih Nasionalisme Indonesia

Dikutip Wikipedia, pada 13 September 1924, Keng Po menghujat pemerintah yang melarang dan membatasi rakyat untuk melakukan perserikatan.

Pada zaman pemerintahan Soekarno, koran Keng Po dianggap berkaitan erat dengan Partai Sosialis Indonesia sehingga dibubarkan.

Koran yang diterbitkan dalam bahasa Tionghoa-Melayu ini sempat berganti nama menjadi Pos Indonesia.

Sebelum terjadi Perang Dunia II, Keng Po bersaing ketat dengan Sin Po dalam menerbitkan berita dan isu politik pada masa itu.

Perbedaan antara kedua surat kabar tersebut adalah:

Keng Po menganjurkan kaum peranakan Tionghoa untuk memilih nasionalisme Indonesia.

Sedangkan Sin Po lebih menganjurkan nasionalisme Tiongkok, itulah perbedaan antara kedua surat kabar tersebut

Rubrik “Komunitas” Jadi Ajung Sosialisasi Kegiatan Sosial Komunitas Tionghoa

Menurut Budi Purnomo, portal berita Kengpo.com memiliki Rubrik KOMUNITAS yang secara khusus menampilkan pemɓeritaan seputar kegiatan komunitas Tionghoa di Indonesia

Rubrik KOMUNITAS ini juga dimiliki oleh semua media online tergabung dalam Kongsi Media Network (KMN)

Dengan kehadiran media baru ini maka Kongsi Media Network (KMN) kini mengelola 3 media, yaitu:

1. Kongsinews.com
2. Harianindonesia.com
3. Kengpo.com

Budi Purnomo mengatakan, pihaknya terbuka untuk bekerja sama dengan semua pihak untuk berkolaborasi atau menǰadi media partner dengan komunitas tìonghoa Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat berkomunikasi lewat WhatApp Center: 085315557788.***

Berita Terkait

Tradisi Sembahyang Kubur: Menghidupkan Kenangan Leluhur di Tengah Perubahan Zaman
Cap Go Meh 2026: Harmoni Lintas Budaya di Ujung Perayaan Imlek
Jejak Rempah dalam Hidangan Peranakan: Warisan Rasa Tak Lekang Waktu
Merah: Lebih dari Sekadar Warna, Sebuah Simbol Energi dan Cinta
Jejak Rempah dan Kisah Cinta: Mengarungi Warisan Kuliner Peranakan
Mengurai Filosofi Feng Shui: Bukan Mistik, Melainkan Sains Penataan Ruang Hidup
Merah: Lebih dari Sekadar Warna, Sebuah Simbol Energi dan Keberanian
Jejak Rasa Peranakan: Melacak Warisan Kuliner Nusantara yang Tak Lekang Zaman

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 07:03 WIB

Tradisi Sembahyang Kubur: Menghidupkan Kenangan Leluhur di Tengah Perubahan Zaman

Kamis, 10 September 2026 - 07:10 WIB

Cap Go Meh 2026: Harmoni Lintas Budaya di Ujung Perayaan Imlek

Sabtu, 5 September 2026 - 07:03 WIB

Jejak Rempah dalam Hidangan Peranakan: Warisan Rasa Tak Lekang Waktu

Kamis, 3 September 2026 - 07:06 WIB

Merah: Lebih dari Sekadar Warna, Sebuah Simbol Energi dan Cinta

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:20 WIB

Jejak Rempah dan Kisah Cinta: Mengarungi Warisan Kuliner Peranakan

Berita Terbaru

Pers Rilis

Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut

Jumat, 11 Sep 2026 - 00:05 WIB