Hadirkan Tradisi Lou Sang dan Musik Tradisional Guzheng, Imlek Bersama di Petak Enam Berlangsung Meriah

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 16 Februari 2025 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 300 bingkisan sembako, yang terdiri dari minyak, beras, gula, biskuit, mie instan, dan kopi, dibagikan secara simbolis. (Dok. PSMTI)

Sebanyak 300 bingkisan sembako, yang terdiri dari minyak, beras, gula, biskuit, mie instan, dan kopi, dibagikan secara simbolis. (Dok. PSMTI)

JAKARTA – Semangat meriah perayaan Imlek bersama menyelimuti suasana di Petak Enam di Chandra, Glodok, Jakarta Barat pada Sabtu, (15/2/2025).

Imlek bersama menampilkan berbagai pertunjukan seni budaya Tionghoa Indonesia, dengan mengusung tema “Endless Wealth, Evarlisting Culture”.

Acara yang digagas oleh ASEAN Chinese Youth Association bersama Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) dan GP Ansor ini berhasil menarik perhatian ribuan pengunjung dari berbagai latar belakang.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak pagi, kawasan Petak Enam disulap menjadi pusat kegiatan budaya dengan beragam pertunjukan yang memukau.

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah penampilan alat musik tradisional Tiongkok, Guzheng, yang dimainkan dengan penuh keahlian.

Baca Juga: GP Ansor Kerja Sama PSMTI Saat Festival Imlek, Wilianto Tanta: Dukungan GP Ansor Sangat Berarti bagi Kami

Iringan melodi lembut dari alat musik petik tersebut seolah membawa suasana Tionghoa yang kental.

Tak kalah menarik, pertunjukan Barongsai dan Liong yang memeriahkan acara ini juga menjadi sorotan utama.

Para pengunjung, baik dari komunitas Tionghoa maupun non-Tionghoa, tampak sangat menikmati setiap momen dari pertunjukan yang disuguhkan.

Kemeriahan acara ini tak lepas didukung oleh berbagai organisasi kepemudaan, baik yang berasal dari kalangan Tionghoa maupun non-Tionghoa.

Beberapa di antaranya adalah Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (Prima DMI).

Juga Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Putra Putri Hakka Jakarta, Ikatan Koko Cici, Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia, serta Perhimpunan Tionghoa Indonesia Emas.

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa didampingi Deputi bidang pengembangan penyelenggara kegiatan (event) Kemenpar RI Vinsensius Jemadu hadir, sekaligus membuka acara ini.

Sejumlah tokoh penting juga ikut hadir, diantaranya, Ketua Umum PSMTI Wilianto Tanta; Ketua Dewan Kehormatan PSMTI Teguh Kinarto; Dewan Kehormatan Abraham; Rudy.

President Asean Chinese Youth Association Tjam Helga; Ketum GP Ansor Addin Jauharudin; Ketum Prima DMI Munawar Khalil; Ketum PITI Serian Wijatno.

Ketua Umum Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia Ardy Susanto dan Ketua Umum Muda Mudi Hakka Angga Pramana.

Selain pertunjukan seni, acara ini juga dilengkapi dengan kegiatan sosial berupa pembagian sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sebanyak 300 bingkisan sembako, yang terdiri dari minyak, beras, gula, biskuit, mie instan, dan kopi, dibagikan secara simbolis.

Kepada beberapa perwakilan warga, sebelum akhirnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Perayaan Imlek ini juga dirayakan dengan tradisi khas Tionghoa yang disebut Lou Sang.

Dalam tradisi ini, makanan yang terdiri dari irisan ikan salmon, salad, wortel, dan mie, diletakkan dalam satu wadah besar.

Setelah itu, makanan tersebut diaduk bersama-sama dengan menggunakan sumpit. Demikian, sebagaimana dilansir media Eljohnnews.com**

Berita Terkait

Jejak Tradisi Imlek: Lebih dari Sekadar Perayaan, Simbol Harapan Baru
Menguak Jejak Singa Utara: Sejarah Barongsai di Tanah Air
Kue Keranjang: Manisnya Harapan dan Lika-liku Perjalanan Hidup
Menguak Jejak Barongsai: Dari Ritual Kuno hingga Identitas Nusantara
Jejak Manis Pedas Warisan Peranakan: Melestarikan Resep Leluhur di Dapur Modern
Ritual Qingming: Merajut Kenangan Indah dengan Leluhur di Tengah Zaman Modern
Merah: Menguak Energi dan Makna Warna Paling Berani di Sekitar Kita
Lentera Merah Imlek: Menguak Makna Mendalam Tradisi Warisan Leluhur

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:00 WIB

Jejak Tradisi Imlek: Lebih dari Sekadar Perayaan, Simbol Harapan Baru

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:00 WIB

Menguak Jejak Singa Utara: Sejarah Barongsai di Tanah Air

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:01 WIB

Kue Keranjang: Manisnya Harapan dan Lika-liku Perjalanan Hidup

Senin, 13 Juli 2026 - 07:06 WIB

Menguak Jejak Barongsai: Dari Ritual Kuno hingga Identitas Nusantara

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:03 WIB

Jejak Manis Pedas Warisan Peranakan: Melestarikan Resep Leluhur di Dapur Modern

Berita Terbaru

Pertunjukan barongsai yang penuh semangat di Indonesia, menunjukkan perpaduan apik antara tradisi Tionghoa dan kehangatan budaya lokal. Tarian ini melambangkan kegembiraan dan harapan, serta menjadi ikon penting dalam perayaan tahun baru Imlek.

KOMUNITAS

Menguak Jejak Singa Utara: Sejarah Barongsai di Tanah Air

Jumat, 17 Jul 2026 - 07:00 WIB