Festival Muslim China, Kementerian Agama Ajak Komunitas Tionghoa Perkuat Kerukunan Umat

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 7 April 2024 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Biro Hukum dan Kerja sama Luar Negeri Ahmad Bahiej saat mewakili Menag Yaqut Cholil Qoumas memberi sambutan pada Fastival Muslim China. (Dok. kemenag.go.id)

Kepala Biro Hukum dan Kerja sama Luar Negeri Ahmad Bahiej saat mewakili Menag Yaqut Cholil Qoumas memberi sambutan pada Fastival Muslim China. (Dok. kemenag.go.id)

KENGPO.COM – Kementerian Agama mengajak masyarakat Tionghoa terus perkuat kerukunan antarumat beragama.

Ajakan ini disampaikan Kepala Biro Hukum dan Kerja sama Luar Negeri Ahmad Bahiej saat mewakili Menag Yaqut Cholil Qoumas memberi sambutan pada Fastival Muslim China. Acara ini berlangsung di Jakarta.

“Kami berharap bahwa masyarakat Tionghoa Indonesia akan terus mendukung nilai-nilai moderasi, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama, untuk menciptakan dunia yang lebih damai dan harmonis,” pesan Ahmad Bahiej, Sabtu (6/4/2024).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Peran aktif kita semua adalah modal dasar untuk berkontribusi bagi peradaban dunia yang setara dan damai,” sambungnya.

Hadir dalam pembukaan festival ini, Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa beserta jajaran, Duta besar RRC, para tokoh Tionghoa Indonesia, serta para pimpinan ormas keagamaan dan tokoh agama.

Kemenag, kata Bahiej, menyambut baik penyelenggaraan Festival Muslim China.

Kegiatan ini diharapkan memberi wawasan berharga bagi generasi muda dalam memahami sejarah Islam di kedua negara.

“Mari kita jadikan festival ini sebagai momentum mempererat tali persaudaraan antarumat beragama dan memperkaya pemahaman akan keberagaman budaya dan spiritualitas manusia,” sebutnya.

Bahiej menjelaskan, Islam juga hadir dan tumbuh dalam peradaban masyarakat China. Sebagai salah satu tempat di mana Islam tumbuh dan berkembang, muslim China memainkan peran yang signifikan dalam mewarnai keragaman dunia.

Jejak Islam di Negeri Tirai Bambu ini kaya akan sejarah dan kearifan lokal, tidak hanya berkontribusi dalam ranah spiritualitas, tetapi juga dalam mengembangkan nilai-nilai manusia yang luhur.

“Islam di China adalah sejarah panjang tentang toleransi, kerukunan, dan keberagaman. Di sinilah Islam tumbuh dengan nilai-nilai spiritualitas, dan menginspirasi banyak generasi untuk memperjuangkan perdamaian dan harmoni di berbagai belahan dunia.

Dalam keberagaman budaya, China menjadi salah satu penjaga kekayaan warisan Islam yang harus dihargai dan dilestarikan,” papar Bahiej.

“Hari ini kita tengah mengkampanyekan moderasi beragama sebagai nilai-nilai dasar berbangsa dan bernegara.”

“Dengan kapasitas yang begitu besar, kita menanti keterlibatan muslim dunia, untuk memainkan peran penting dalam mengkampanyekan moderasi beragama,” sambungnya.

Bahiej menambahkan bahwa China dan Indonesia disatukan dalam sejarah panjang peradaban Islam. Hubungan historis keduanya telah memperkaya kedua bangsa dengan budaya, perdagangan, dan juga penyebaran Islam.

“Tokoh-tokoh Muslim asal China, seperti Panglima Cheng Ho, telah berjasa dalam memperkuat hubungan antara kedua bangsa melalui perdagangan dan dakwah Islam,” tandasnya.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Haibisnis.com dan Infoemiten.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Halloup.com dan Harianjayakarta.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

Atau hubungi langsung WhatsApp Center Rilispers.com (Pusat Siaran Pers Indonesia /PSPI): 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Klik Persrilis.com untuk menerbitkan press release di portal berita ini, atau pun secara serentak di puluhan, ratusan, bahkan 1.000+ jaringan media online.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

 

Berita Terkait

Menguak Jejak Singa Utara: Sejarah Barongsai di Tanah Air
Kue Keranjang: Manisnya Harapan dan Lika-liku Perjalanan Hidup
Menguak Jejak Barongsai: Dari Ritual Kuno hingga Identitas Nusantara
Jejak Manis Pedas Warisan Peranakan: Melestarikan Resep Leluhur di Dapur Modern
Ritual Qingming: Merajut Kenangan Indah dengan Leluhur di Tengah Zaman Modern
Merah: Menguak Energi dan Makna Warna Paling Berani di Sekitar Kita
Lentera Merah Imlek: Menguak Makna Mendalam Tradisi Warisan Leluhur
Merajut Ingatan di San Diego Hills: Tradisi Sembahyang Kubur Era Modern

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:00 WIB

Menguak Jejak Singa Utara: Sejarah Barongsai di Tanah Air

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:01 WIB

Kue Keranjang: Manisnya Harapan dan Lika-liku Perjalanan Hidup

Senin, 13 Juli 2026 - 07:06 WIB

Menguak Jejak Barongsai: Dari Ritual Kuno hingga Identitas Nusantara

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:03 WIB

Jejak Manis Pedas Warisan Peranakan: Melestarikan Resep Leluhur di Dapur Modern

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:06 WIB

Ritual Qingming: Merajut Kenangan Indah dengan Leluhur di Tengah Zaman Modern

Berita Terbaru

Pertunjukan barongsai yang penuh semangat di Indonesia, menunjukkan perpaduan apik antara tradisi Tionghoa dan kehangatan budaya lokal. Tarian ini melambangkan kegembiraan dan harapan, serta menjadi ikon penting dalam perayaan tahun baru Imlek.

KOMUNITAS

Menguak Jejak Singa Utara: Sejarah Barongsai di Tanah Air

Jumat, 17 Jul 2026 - 07:00 WIB